<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Cara mengisi suara di video Facebook &#8211; Sound of Text indonesia</title>
	<atom:link href="https://soundoftext.or.id/mention/cara-mengisi-suara-di-video-facebook/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://soundoftext.or.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 28 Jul 2026 20:23:09 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.2</generator>

<image>
	<url>https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2024/12/headphone-dynamic-gradient.png</url>
	<title>Cara mengisi suara di video Facebook &#8211; Sound of Text indonesia</title>
	<link>https://soundoftext.or.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Teknik Cara Mengisi Suara Audio Yang Tepat Untuk Video Konten Agar Enak Ditonton di 2026</title>
		<link>https://soundoftext.or.id/cara-mengisi-suara-audio-agar-menarik/</link>
					<comments>https://soundoftext.or.id/cara-mengisi-suara-audio-agar-menarik/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[agung pangestu]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Jul 2026 20:03:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tutorial]]></category>
		<category><![CDATA[Cara mengisi suara di video di HP]]></category>
		<category><![CDATA[Cara mengisi suara di video Facebook]]></category>
		<category><![CDATA[Cara mengisi suara di video konten]]></category>
		<category><![CDATA[Cara mengisi suara di video TikTok]]></category>
		<category><![CDATA[Cara mengisi suara pada video di CapCut]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://soundoftext.or.id/?p=5858</guid>

					<description><![CDATA[Banyak orang mencari cara mengisi suara karena video yang gambarnya sudah bagus tetap terasa kosong]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Banyak orang mencari cara mengisi suara karena video yang gambarnya sudah bagus tetap terasa kosong ketika narasinya datar, terlalu lambat, atau tidak masuk pada momen yang tepat. Masalahnya bukan selalu kualitas mikrofon. Naskah yang berputar-putar, jeda terlalu panjang, musik terlalu keras, dan potongan suara yang kasar juga bisa membuat penonton cepat lewat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Voice over yang menarik tidak harus memakai suara berat seperti penyiar radio. Suara sehari-hari justru sering terasa lebih dekat, asalkan jelas, memiliki arah, dan tidak terdengar seperti sedang membaca makalah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prosesnya dapat dibagi menjadi empat tahap sederhana:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Menentukan pesan utama.</li>



<li>Menulis naskah yang enak diucapkan.</li>



<li>Merekam suara dalam potongan pendek.</li>



<li>Menyesuaikan audio dengan visual.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi, jangan langsung menekan tombol rekam sebelum tahu apa yang ingin disampaikan dan bagian video mana yang membutuhkan penjelasan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengisi Suara Agar Konten Tidak Terasa Datar</h2>



<figure class="wp-block-image"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="640" height="480" src="https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/naskah-cara-mengisi-suara-untuk-video.jpg" alt="Naskah Cara Mengisi Suara Untuk Video" class="wp-image-5861" srcset="https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/naskah-cara-mengisi-suara-untuk-video.jpg 640w, https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/naskah-cara-mengisi-suara-untuk-video-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px" /><figcaption class="wp-element-caption">Naskah Cara Mengisi Suara Untuk Video</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Voice over yang menarik dimulai dari naskah. Jangan menulis seperti artikel lalu membacanya bulat-bulat. Kalimat yang nyaman dibaca belum tentu nyaman diucapkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gunakan struktur sederhana berikut.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Buka Dengan Masalah Yang Dirasakan Penonton</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat pertama harus menjelaskan kenapa video tersebut layak ditonton.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh yang terlalu umum:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kali ini kita akan membahas cara membersihkan sepatu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Versi yang lebih kuat:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sepatu putihmu mulai kuning padahal baru beberapa kali dipakai? Jangan langsung disikat pakai sabun sembarangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Versi kedua memberikan masalah yang jelas sekaligus alasan untuk melanjutkan video.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Sampaikan Satu Ide Dalam Satu Kalimat</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan membuat satu napas membawa empat informasi berbeda. Pecah kalimat panjang menjadi potongan yang lebih mudah dipahami.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah itu masukkan sabun ke dalam air lalu rendam kain dan gosok bagian sepatu yang kotor secara perlahan agar bahannya tidak rusak.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bisa dipotong menjadi:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Campurkan sedikit sabun dengan air. Celupkan kain, lalu peras. Setelah itu, gosok bagian yang kotor secara perlahan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Naskah seperti ini lebih mudah direkam dan lebih gampang dipotong ketika ada kesalahan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Gunakan Bahasa Yang Benar-Benar Diucapkan</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Hindari kata yang terlalu formal kalau gaya videonya santai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Alih-alih mengatakan:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses berikutnya dapat dilaksanakan menggunakan perangkat seluler.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gunakan:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah berikutnya bisa langsung dilakukan dari HP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembaca tidak perlu dibuat kagum dengan pilihan kata. Mereka perlu memahami instruksinya.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Beri Arah Pada Visual</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Narasi sebaiknya menambah informasi yang tidak langsung terlihat pada gambar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau layar sudah menunjukkan seseorang menekan tombol merah, tidak perlu mengatakan, “Sekarang tekan tombol merah.” Jelaskan fungsi atau hal yang perlu diperhatikan:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekan tombol ini, lalu tahan sampai semua bagian narasi selesai direkam.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inilah dasar cara mengisi suara di video konten agar suara tidak sekadar mengulang gambar, tetapi benar-benar membantu penonton.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengisi Suara Di Video Konten Dengan Ritme Yang Enak</h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" width="480" height="335" src="https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/ritme-cara-mengisi-suara-di-video-konten.jpg" alt="Ritme Cara Mengisi Suara Di Video Konten" class="wp-image-5860" srcset="https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/ritme-cara-mengisi-suara-di-video-konten.jpg 480w, https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/ritme-cara-mengisi-suara-di-video-konten-300x209.jpg 300w" sizes="(max-width: 480px) 100vw, 480px" /><figcaption class="wp-element-caption">Ritme Cara Mengisi Suara Di Video Konten</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">Konten pendek tidak harus dibacakan dengan sangat cepat. Penonton tetap membutuhkan jeda untuk memahami gambar, membaca teks, dan menangkap maksud narasi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gunakan pola ritme berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Kalimat pembuka dibuat tegas dan singkat.</li>



<li>Penjelasan utama dibaca pada kecepatan normal.</li>



<li>Kata penting diberi sedikit penekanan.</li>



<li>Jeda pendek diletakkan sebelum informasi penting.</li>



<li>Jeda panjang dipotong saat proses editing.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jeda alami sekitar pergantian kalimat masih diperlukan. Yang perlu dihapus adalah ruang kosong ketika pengisi suara lupa naskah, menarik napas terlalu lama, atau bersiap mengulang kalimat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Coba tandai naskah sebelum merekam:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Garis miring / untuk jeda pendek.</li>



<li>Garis miring ganda // untuk pergantian bagian.</li>



<li>Huruf tebal untuk kata yang perlu ditekankan.</li>



<li>Tanda panah untuk nada yang harus naik atau turun.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Contohnya:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Video sudah terlihat bagus / tetapi suaranya masih tenggelam oleh musik. // Turunkan volume musik / bukan volume narasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan mencoba menyelesaikan video satu menit dalam satu kali rekaman. Rekam per kalimat atau per paragraf pendek. Kesalahan pada detik ke-45 tidak akan memaksa kamu mengulang dari awal.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengisi Suara Pada Video Di CapCut Sampai Audionya Rapi</h2>



<figure class="wp-block-image"><img decoding="async" width="928" height="510" src="https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/tutorial-capcut-cara-mengisi-suara-e1785269295241.jpe" alt="Tutorial Capcut Cara Mengisi Suara" class="wp-image-5859" srcset="https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/tutorial-capcut-cara-mengisi-suara-e1785269295241.jpe 928w, https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/tutorial-capcut-cara-mengisi-suara-e1785269295241-300x165.jpe 300w, https://soundoftext.or.id/wp-content/uploads/2026/07/tutorial-capcut-cara-mengisi-suara-e1785269295241-768x422.jpe 768w" sizes="(max-width: 928px) 100vw, 928px" /><figcaption class="wp-element-caption">Tutorial Capcut Cara Mengisi Suara</figcaption></figure>



<p class="wp-block-paragraph">CapCut menyediakan dua pilihan utama. Pengguna dapat merekam suara sendiri melalui alat rekam audio atau mengubah teks menjadi suara melalui fitur text-to-speech. CapCut juga menyediakan pengaturan volume, kecepatan, pitch, kualitas, dan efek fade pada audio.</p>



<h3 class="wp-block-heading">1. Masukkan Video Ke Timeline</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Buka CapCut, lalu pilih Proyek Baru. Ambil video dari galeri dan tekan Tambah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Susun klip terlebih dahulu sebelum merekam narasi. Kalau urutan gambar masih sering berubah, posisi voice over akan terus bergeser dan pekerjaan menjadi dua kali lebih panjang.</p>



<h3 class="wp-block-heading">2. Tambahkan Rekaman Suara</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Posisikan garis putih pada bagian awal narasi, lalu pilih:</p>



<p class="wp-block-paragraph">Audio &gt; Rekam</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tekan dan tahan tombol rekam sambil membaca naskah. Lepaskan ketika satu bagian selesai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Langkah cara mengisi suara pada video di CapCut akan lebih mudah jika setiap rekaman hanya berisi satu sampai tiga kalimat. CapCut memang memungkinkan rekaman langsung di dalam proyek, lalu audionya dapat disesuaikan sebelum video diekspor.</p>



<h3 class="wp-block-heading">3. Potong Bagian Salah Dan Jeda Panjang</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Ketuk klip audio pada timeline. Geser garis putih menuju bagian yang ingin dipotong, lalu pilih Pisah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hapus bagian seperti:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Salah mengucapkan kata.</li>



<li>Batuk atau suara kendaraan.</li>



<li>Jeda terlalu panjang.</li>



<li>Bunyi menyentuh HP.</li>



<li>Pengulangan kalimat.</li>



<li>Tarikan napas yang terlalu keras.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan memotong terlalu rapat sampai akhir kata ikut hilang. Sisakan sedikit ruang sebelum dan sesudah kalimat agar suara tetap natural.</p>



<h3 class="wp-block-heading">4. Atur Volume Musik Dan Narasi</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Letakkan musik sebagai pendukung, bukan pesaing. Mulailah dengan menurunkan volume musik sampai suara tetap mudah dipahami tanpa harus menaikkan volume HP.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat tidak ada narasi, musik boleh sedikit lebih terdengar. Ketika suara masuk, kecilkan musik atau gunakan keyframe volume jika tersedia.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Putar video menggunakan:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Speaker HP.</li>



<li>Earphone.</li>



<li>Volume rendah.</li>



<li>Lingkungan yang agak berisik.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau narasi hanya jelas ketika memakai earphone mahal, campuran audionya belum aman untuk penonton umum.</p>



<h3 class="wp-block-heading">5. Gunakan Text-To-Speech Bila Tidak Ingin Merekam</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tambahkan teks ke video, pilih teks tersebut, lalu buka Text-to-Speech. Pilih jenis suara, bahasa, dan gaya yang paling sesuai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Fitur ini praktis untuk tutorial singkat, tetapi periksa pelafalan nama, singkatan, angka, dan istilah asing. CapCut memungkinkan pengguna memilih suara serta menyesuaikan gaya, kecepatan, atau nada pada hasil text-to-speech.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Mengisi Suara Di Video Di HP Tanpa Alat Mahal</h2>



<p class="wp-block-paragraph">HP sudah cukup untuk memproduksi voice over yang jernih. Tempat rekaman sering lebih berpengaruh daripada harga mikrofon.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lakukan langkah berikut:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Tutup pintu dan jendela.</li>



<li>Matikan kipas selama proses rekaman.</li>



<li>Jauhkan HP dari meja yang mudah bergetar.</li>



<li>Rekam di dekat tirai, kasur, pakaian, atau benda lembut.</li>



<li>Letakkan mikrofon sekitar satu jengkal dari mulut.</li>



<li>Arahkan mulut sedikit ke samping agar bunyi napas tidak menghantam mikrofon.</li>



<li>Aktifkan mode pesawat agar rekaman tidak terganggu notifikasi.</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk cara mengisi suara di video di HP, kamu dapat memakai perekam bawaan terlebih dahulu. Metode ini cocok kalau ingin membersihkan suara, memilih rekaman terbaik, atau menyimpan file mentah sebelum memasukkannya ke editor.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beri nama file dengan jelas:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>pembuka-versi-1</li>



<li>langkah-pertama</li>



<li>penjelasan-produk</li>



<li>penutup-final</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Nama seperti rekaman-baru-27 hanya akan menguji kesabaran saat kamu mencari versi yang benar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau ingin belajar merapikan noise, menyamakan volume, dan membersihkan suara secara lebih mendalam, panduan<a href="https://soundoftext.or.id/cara-edit-audio-podcast-pemula/"> cara edit audio podcast untuk pemula</a> dapat diterapkan juga pada voice over video.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Menambahkan Voice Over Langsung Di TikTok Dan Facebook</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Merekam langsung di platform cocok untuk konten sederhana. Namun, untuk proyek dengan banyak potongan, musik, dan revisi, proses editing biasanya lebih nyaman diselesaikan di CapCut terlebih dahulu.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cara Mengisi Suara Di Video TikTok</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Buat atau unggah video, lalu masuk ke layar editing. Pilih Sound, kemudian Voiceover. Tekan tombol rekam dan pilih Done setelah selesai. TikTok juga menyediakan alat untuk memotong, memisahkan, serta mengatur urutan klip sebelum video diterbitkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Saat memakai cara mengisi suara di video TikTok, rekam setelah urutan klip sudah benar. Perubahan durasi pada satu klip dapat menggeser timing narasi di bagian berikutnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tambahkan caption otomatis setelah merekam agar penonton tetap memahami isi video ketika menonton tanpa suara. TikTok dapat mengubah ucapan dalam video menjadi teks melalui fitur caption.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Cara Mengisi Suara Di Video Facebook</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Saat membuat Reel Facebook, pilih atau rekam klip, lalu buka bagian audio dan pilih Voiceover. Rekam narasi pada bagian yang dibutuhkan, kemudian atur campuran antara audio asli, musik, dan voice over sebelum video dibagikan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dalam proses cara mengisi suara di video Facebook, perhatikan suara asli dari klip. Kalau video berisi orang berbicara, jangan menambahkan narasi pada waktu yang sama kecuali memang ingin menerjemahkan atau memberi komentar.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kapan Lebih Baik Mengedit Di Luar Platform</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Gunakan aplikasi editor terpisah ketika:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Narasi terdiri dari banyak bagian.</li>



<li>Ada beberapa kali revisi.</li>



<li>Musik perlu dinaik-turunkan.</li>



<li>Noise perlu dibersihkan.</li>



<li>Video akan diunggah ke beberapa platform.</li>



<li>File mentah perlu disimpan.</li>



<li>Teks dan suara harus sangat sinkron.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Merekam langsung di platform lebih cepat, tetapi proyeknya lebih sulit dipindahkan dan diperbaiki setelah dipublikasikan.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Cara Memotong Audio Tanpa Membuat Suara Terasa Patah</h2>



<p class="wp-block-paragraph">Potongan yang baik biasanya tidak terdengar. Penonton hanya merasa narasinya lancar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Gunakan langkah berikut:</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Potong di antara dua kata, bukan di tengah kata.</li>



<li>Jangan menghapus seluruh napas.</li>



<li>Sisakan jeda sangat pendek setelah titik.</li>



<li>Gunakan fade pendek jika sambungan berbunyi kasar.</li>



<li>Dengarkan dua detik sebelum dan sesudah potongan.</li>



<li>Samakan volume antarklip.</li>



<li>Hindari merekam ulang di ruangan berbeda.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kalau satu klip terdengar jauh lebih keras, kecilkan volumenya secara manual. Jangan berharap musik bisa menyembunyikan perbedaan tersebut karena hasilnya justru semakin ramai.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada akhirnya, cara mengisi suara yang enak didengar bukan tentang berbicara secepat mungkin atau membeli mikrofon paling mahal. Fokuslah pada kalimat yang ringkas, pengucapan yang jelas, potongan yang bersih, dan hubungan yang tepat antara suara dengan gambar.</p>



<h2 class="wp-block-heading">Q&amp;A</h2>



<h3 class="wp-block-heading">Apakah Voice Over Harus Tanpa Jeda Sama Sekali?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak. Jeda pendek membantu penonton memahami informasi dan memberi ruang bagi visual.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hapus jeda yang terasa kosong atau mengganggu, tetapi pertahankan jeda alami di antara kalimat dan pergantian topik.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Lebih Bagus Rekam Suara Dulu Atau Edit Video Dulu?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Susun potongan utama video terlebih dahulu, lalu rekam voice over mengikuti durasinya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah narasi masuk, rapikan kembali visual agar pergantian gambar mengikuti poin yang sedang dijelaskan.</p>



<h3 class="wp-block-heading">Kenapa Suara Terasa Kecil Padahal Volume Sudah Dinaikkan?</h3>



<p class="wp-block-paragraph">Penyebabnya dapat berupa jarak mikrofon terlalu jauh, noise ruangan, musik terlalu keras, atau volume setiap klip tidak konsisten.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rekam lebih dekat, kecilkan musik, lalu samakan volume antarklip sebelum menaikkan seluruh audio.</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
<div class="saboxplugin-wrap" itemtype="http://schema.org/Person" itemscope itemprop="author"><div class="saboxplugin-tab"><div class="saboxplugin-gravatar"><img alt='agung pangestu' src='https://secure.gravatar.com/avatar/9ecbe4bc4564138a88e3a3052c07882ef012144da215392686795b538ccbcc7a?s=100&#038;d=https%3A%2F%2Fsoundoftext.or.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2025%2F01%2Favaicon.jpg&#038;r=g' srcset='https://secure.gravatar.com/avatar/9ecbe4bc4564138a88e3a3052c07882ef012144da215392686795b538ccbcc7a?s=200&#038;d=https%3A%2F%2Fsoundoftext.or.id%2Fwp-content%2Fuploads%2F2025%2F01%2Favaicon.jpg&#038;r=g 2x' class='avatar avatar-100 photo' height='100' width='100' itemprop="image"/></div><div class="saboxplugin-authorname"><a href="https://soundoftext.or.id/author/admin/" class="vcard author" rel="author"><span class="fn">agung pangestu</span></a></div><div class="saboxplugin-desc"><div itemprop="description"></div></div><div class="clearfix"></div></div></div>]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://soundoftext.or.id/cara-mengisi-suara-audio-agar-menarik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
